Berita Gencatan Senjata Israel dan Hamas, Warga Palestina Turun Kejalan

Hamas mengonfirmasi bahwa Israel sudah menyetujui berita gencatan senjata di Gaza. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel mendapatkan proposal Mesir sesudah pertemuan Kabinet Keamanannya pada larut malam. Hamas segera mengikuti keputusan dan menghormati kesepakatan itu. Dalam sebuah pernyataan, kantor Netanyahu mengatakan Kabinet Keamanan dengan suara bulat menyetujui proposal hal yang demikian sesudah memperoleh anjuran dari kepala staf militer dan pejabat tinggi pertahanan lainnya. Sumber diplomatik menyebut nantinya akan ada dua delegasi keamanan Mesir yang dikirim untuk memantau kesepakatan gencatan senjata ke Tel Aviv dan Palestina.

Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas dari Palestina sudah diawali pagi ini. Pelegalan gencatan senjata semenjak Jumat dini hari waktu setempat itu mengakhiri 11 hari pertempuran dari kedua pihak yang sudah menewaskan lebih dari 240 orang, beberapa besar di Gaza. Di Gaza, penduduk merayakan gencatan senjata ini dengan tumpah ruah turun ke jalan. Sambil membunyikan klakson kendaraan beroda empat dan mengibarkan bendera Palestina pada Jumat dini hari. Situasi serupa juga terjadi pada wilayah Palestina lainnya ke Tepi Barat, seperti yang menyuarakan AFP.

Baca Juga : Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss – Komedi yang Bikin Gak Berhenti Ketawa!

Keputusan Berita Gencatan Senjata

Kabinet Israel memperbaiki bahwa sudah dikeluarkan keputusan untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hamas, yang mulai berlaku hari Jumat (21/05) pukul 02.00 dini hari waktu setempat “Gencatan senjata serentak yang dimediasi Mesir akan mulai berlaku pada pukul 23.00 GMT pada Kamis,” kata sumber itu. Pejabat Hamas, Taher Nounou, memperbaiki kesepakatan itu. “Perlawanan Palestina akan bermufakat untuk kesepakatan ini selama pendudukan dilaksanakan,” kata Nounou. Member Biro Relasi Arab dan Islam Hamas, Ali Barakeh, mengatakan, deklarasi gencatan senjata yaitu kekalahan bagi Netanyahu dan kemenangan bagi rakyat Palestina. Pejabat Hamas mengaku mereka sudah menghubungi oleh pejabat dari Rusia, Mesir, Qatar, dan PBB untuk mengerjakan gencatan dengan Israel.

Serangan udara dan artileri Israel yang sudah menewaskan 232 orang memperburuk situasi kemanusiaan Gaza yang sudah mengerikan. Kampanye pengeboman Israel sudah membikin dua juta penduduk di Gaza. Di bawah blokade Israel selama 14 tahun, putus cita-cita mencari bantuan. Rumah sakit kewalahan mendapatkan pasien. PBB mengumumkan sekitar 75 ribu warga sipil sudah meninggalkan rumah mereka. Mencari perlindungan ke sekolah yang mengelola PBB, dan bangunan umum lainnya. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan perwakilan dari sebagian negara lain sudah mendesak penghentian segera kekerasan di Palestina. Pada awal pertemuan darurat Majelis Awam pada Kamis sebelum pengumuman gencatan senjata.

“Bila ada neraka di bumi, itulah kehidupan anak-anak di Gaza hari ini. Saya ngeri dengan laporan bahwa sembilan member dari satu keluarga tewas di kamp pengungsi Al Shat,” kata Guterres seraya menyerukan penurunan segera kekerasan terhadap Palestina.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada Rabu mengatakan orang-orang betul-betul membutuhkan kelonggaran dari pertempuran yang tanpa henti. “Warga Gaza kelelahan sebab semalaman tidak tidur, penuh rasa ketakutan, kekhawatiran, dan duka yang terus-menerus,” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut serangan Israel juga sudah merusak setidaknya 18 rumah sakit dan klinik serta menghancurkan satu fasilitas kesehatan. Hampir separo dari segala obat esensial sudah habis.