Corona di India, Ratusan Warganya Memasuki Indonesia

Corona di India yang melonjak secara drastis dalam sebagian hari belakangan, membikin pasokan suplai oksigen di sana tak dapat menyokong fasilitas kesehatan di negara tersebut.
Khususnya lagi, letusan jumlah pasien COVID-19 di India kini lebih didominasi oleh jangka umur muda, dibandingi keompok jangka lansia. Lonjakan kasus tersebut rupanya memicu ratusan warga negara India lari ke Indonesia dan pada alhasil menuai gelombang protes dari masyarakat online Twitter Indonesia.

Sebagian besar masyarakat online tersebut mencuitkan pertanda tanya, mengapa ratusan warga negara India boleh menjelang Indonesia. Rata-rata cuitan dari masyarakat online juga mengeluhkan tak memperbolehkannya mudik lebaran tahun ini, sementara banyak warga negara India yang memperkenankan menjelang Indonesia. Total dari warga negara India yang menjelang Indonesia tersebut sejumlah 127 orang dan 12 orang di antaranya rupanya positif COVID-19. Adapun kronologi bagaimana alhasil ke-127 WN India alhasil berhasil masuk Indonesia, mulai sejak hari Rabu kemarin.

Pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ988 dari Chennai, India memboyong para penumpang tersebut ke bandar udara Soekarno Hatta. Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting membeberkan secara rinci siapa saja warga India tersebut. “Mengangkut 129 penumpang, adapun uraian ketimbang para penumpang tersebut dapat saya jelaskan sebagai berikut. Yang pertama pemegang visa kunjungan WN India itu ada 38 orang, pemegang KITAS WN India 46 orang, pemegang KITAS WN Amerika Serikat 1 orang, pemegang KITAS WN India 32 orang, WNI 12 orang, kru 11 orang semua WNI” sebut Jhoni.

Baca Juga : Berita Gencatan Senjata Israel dan Hamas, Warga Palestina Turun Kejalan

Varian Corona di India

Demi mengenal varian corona di kedua belas warga negara India ini, mereka juga sudah mengambil sampel whole genome sequencing. Menginformasikannya dari CDC, whole genome sequencing sendiri melaksanakan dengan empat langkah. Pertama, para peneliti memotong DNA dengan gunting molekuler agar ukurannya layak dengan alatnya. Kedua, peneliti menambahkan potongan kecil barcode DNA untuk mengidentifikasi masing-masing potongan DNA dengan bakteri yang layak. Ketiga, DNA yang sudah mendapat barcode dari pelbagai bakteri ini kemudian bersatu untuk kemudian meletakannya kedalam mesin pengurut genome. Terakhir, para peneliti akan mengkaji mengaplikasikan alat analisis komputer untuk membandingkan urutan bakteri dan mengidentifikasi perbedaannya.

Inggris dan Amerika Serikat sendiri sebetulnya sudah melarang warga negara India untuk datang ke kawasan negara mereka. Terkait ini, kedua negara tersebut demi menghindari corona dari India yang menyebut mempunyai mutasi sampai membikin antobodi lebih kebal dari vaksinasi. Kewaspadaan juga datang dari eks Direktur WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama yang mewanti-wanti pemerintah soal risiko varian baru corona di India lewat warga negara India yang menjelang Indonesia. Terupdate dengan kedatangan WN India yang masuk tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengeluarkan himbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja datang dari India.

Para WNI yang baru datang dari India tak hanya semestinya melakukan karantina 14 hari, tetapi juga menghimbau untuk melakukan tes PCR dua kali. “Bapak atau ibu juga semestinya mengambil PCR testnya sebanyak dua kali pada dikala datang dan pada dikala pergi. Kemudian bapak dan ibu juga akan kita sampel genome sequencingnya untuk memandang virus yang bapak ibu kena itu apa agar kita dapat tahu,” ujar Menkes Budi dalam Media Gatehring Perkembangan Perekonomian dan Kebijakan PC-PEN. Masih berhubungan dengan kedatangan corona di India yang ditakutkan dibawa oleh para warga India yang baru datang tersebut. Jhoni Ginting menyebutkan bahwa kini pemerintah sudah menghentikan permohonan izin visa dari India.