Film Imperfect, Kisah Insecure yang Membuka Mata Banyak Orang

Siapa sih yang nggak pernah mendapat ungkapan body shamming semasa hidupnya? Nah ada film Imperfect yang menceritakan kisah seorang perempuan yang sering mendapatkan kalimat yang menyindir, terutama perihal keadaan fisik. Entah bergurau atau serius, panggilan perihal keadaan tubuh kita pasti pernah terlontar dari mulut teman. Mulai dari si hitam, gembul, keribo, atau si jangkung.

Gerakan mencintai diri sendiri dan stop body shaming menjadi gerakan yang digaungkan oleh banyak orang dan kabar yang hangat diperbincangkan. Rupanya, kabar ini pun menjadi kegelisahan Meira Anastasia, kemudian tertuang dalam buku Imperfect: A Journey to Self Acceptance. Tak stop hingga situ, buku ini pun diangkat menjadi film oleh Ernest Prakasa (Ngenest, Cek Toko Sebelah, Sulit Sinyal).

Walaupun ucapan tersebut muncul sebab terpampang dari keadaan fisik yang kasat mata, sadar nggak apabila hal tersebut sudah masuk ke dalam body shamming. Bila menilik kolom komentar media sosial, ungkapan tersebut makin banyak kita temui. Mengangkat fenomena inilah, Ernest Prakasa mengemasnya ke dalam sebuah film apik dengan judul Imperfect. Popbela.com sudah menyaksikan film ini dan merasa apabila film ini penting ditonton oleh semua orang. Penasaran bagaimana review film Imperfect? Simak yuk!

Baca Juga : Bumi Manusia, Review Film Pergulatan Cinta Karena Kelas Sosial

Karakter Film Imperfect

Rara (Jessica Mila) terlahir betul-betul berbeda dengan adiknya Lulu (Yasmin Napper). Rara mencontoh gen sang ayah yang mempunyai kulit hitam, rambut keriting dan berbadan gemuk. Sementara Lulu mempunyai penampilan fisik seperti sang mama, putih, wajah blasteran, dan berbulu lurus. Sejak kecil, Rara sudah biasa dengan perbandingan dengan sang adik dan dia merasa cuek dengan hal tersebut. Toh dia sudah punya pacar, yaitu Dika (Reza Rahadian) yang berharap mendapatkan Rara apa adanya.

Sampai pada suatu hari, ketika Rara mesti menggantikan atasannya di kantor, pemilik perusahaan tempatnya berprofesi, Kelvin (Dion Wiyoko), meminta Rara untuk mengoreksi penampilan. Sebab menurutnya, Rara mesti merepresentasikan perusahaan dengan penampilan yang baru. Rara malahan berupaya keras untuk mengubah penampilannya sebaik mungkin. Di sisi lain, Dika malahan merasa takut apabila Rara berubah penampilan, dia akan meninggalkan Dika dan beralih menjadi sosok yang tak Dika ketahui.

Bila kamu terlalu konsentrasi dengan tokoh Rara yang punya rasa insecure atas keadaan fisiknya, lebih bagus kamu tonton kembali film Imperfect deh. Sebab, nggak hanya Rara, uniknya, semua tokoh di film ini hadir dengan rasa insecure-nya masing-masing. Selain Rara yang insecure dengan keadaan tubuhnya, ada Dika yang insecure Rara berubah, lalu Lulu yang insecure dengan komentar jelek perihal dirinya di Instagram, George (Boy William) yang takut kehilangan followers dan masih banyak lagi.

Menurut saya, film ini betul-betul jujur membuktikan ketakutan orang-orang melewati para tokohnya. Kita bisa memperhatikan dan mungkin merasa pas dengan salah satu tokohnya sebab mempunyai permasalahan yang sama. Dari film ini dan penggambaran insekuritas masing-masing karakternya, kita bisa bercermin dan mawas diri diri supaya lebih bersyukur dengan apa yang kita punya.