Film Mulan (2020) - Kisah Perempuan China di Medan Perang

Film Mulan telah rilis pada 4 September kemarin lewat platform streaming Disney+. Yang sudah kita ketahui, film ini ialah live-action remake yang mengubahsuaikan dari film kartun Disney, Mulan pada tahun 1998. Disutradarai oleh Niki Caro, Mulan dibintangi oleh pemeran film wanita muda, Liu Yifei, dan sederet artis pria senior China lainnya seperti Gong Li, Donnie Yen, Jet Li, dan Tzi Ma.

Sejak perilisan trailer pertamanya pada Juli 2019 lalu, Mulan langsung menuai pro dan kontra pada kalangan penggemar kartun Mulan yang sekarang sudah beranjak dewasa. Hal ini karena banyaknya aspek yang menghiang dari versi originalnya. Mulai dari tersingkirkannya karakter Wushu dan Cri-Kee, Jenderal Li Shang, dan elemen musikal yang senantiasa menjadi ciri khas dari film terdahulu.

Untuk penyesuaian diri film live-action Mulan ini, tim penulis naskah sudah mengklaim semenjak awal bahwa film kali ini lebih mengadaptasi legenda China kuno, The Ballad of Mulan, yang sebutulnya juga materi penyesuaian diri untuk Mulan pada 1998. Masih dengan premis serupa, seorang gadis bernama Hua Mulan yang melarikan diri dari rumah untuk menggantikan ayahnya dalam memenuhi keharusan militer. Bertarung untuk melindungi Kaisar China dan semua rakyat yang sedang dalam ancaman penyusup.

Memenuhi Ekspetasi Penonton

Trailer pertama dari Mulan, kita pasti sudah mempunyai ekspektasi yang tinggi untuk produksi film ini secara keseluruhan. Mulan mempunyai produksi yang tidak mengkhianati ekspektasi penontonnya. Kualitas costume design oleh Bina Daigeler yang sangat mendetail dan sukses menghidupkan tiap karakter. Itu produksi makeup dan kostum seperti terang sangat sesuai menjadi nominasi penghargaan Oscar mendatang.

Beberapa juga dengan desain latar yang menjadi lokasi syuting, mulai dari kampung halaman Mulan yang terdominasi dengan warna-warna cerah, latar kerajaan yang megah, hingga latar outdoor yang menampakkan pemandangan alam menggugah. Untuk adegan aksi seperti beradu dan perang juga sudah cukup epic dan sukses memberikan mood yang menegangkan.

Produksi film ini juga tidak lepas dari penggunaan efek CGI. Segala CGI yang berguna sukses tereksekusi dengan baik, melainkan ada sebagian efek yang terlalu terpaksakan dan cukup mengganggu.

Satu hal yang cukup menyayangkan dari film remake ini. Karrena memproduksi remake live-action yang lebih dekat dengan adat istiadat Timur; kenapa tidak sekaligus terilis dalam bahasa Mandarin? Mereka sudah punya segalanya untuk menciptakan hal hal yang demikian kalau ingin.

Karakter Film Mulan Banyak Mengalami Modifikasi

Hua Mulan sebagai karakter utama dari film ini mengalami banyak modifikasi dari versi Fa Mulan. Penulis naskah tampaknya malas menulis materi pengembangan karakter Hua Mulan yang wajib lebih emosi, mendalam, dan alami. Mereka seperti memudahkan penulisan karakter Mulan dengan asumsi bahwa penonton sudah tahu jati diri dari Mulan lewat sosok Fa Mulan sebelumnya.

Plot yang terkait dengan pengembangan karakter Mulan terasa cukup cepat. Hua Mulan tidak menunjukan banyak porsi ketika Via mengeluarkan isi hatinya, gejolak batin seperti apa yang harus ternikmati. Ia kartun Mulan, kita bisa mendengar isi hati Mulan lewat lagu “Reflection”.  Kemudian adegan dramatis yang ikonik ketika Via memotong rambut dengan pedang. Pemeran krusial hal yang demikian tidak mengubahsuaikan dalam versi live-action ini.

Jalan yang tercapai Hua Mulan juga terasa lebih mudah karena “modifikasi spesial” dari sipenulis. Alasan kenapa Mulan menjadi salah satu Disney Princess paling ikonik dan inspiratif ialah karena pengembangan karakternya yang alami, diimbangi dengan kerja keras dari Fa Mulan sendiri.

Baca Juga : Film Romansa Telah Membuat Kehidupan Asmara Bergulir