Habibie & Ainun, Ulasan Film Romantis Sepanjang Hayat

Pertama kali muncul iklan tentang film Habibie & Ainun di bioskop, sudah ketebak ini film akan berjalan seperti apa dan akan berakhir seperti apa. Jujur, keinginan ku untuk akibatnya nonton film ini lebih sebab salah satu sutradaranya yaitu om Hanung dan pemeran utama laki-lakinya yaitu bang Reza Rahardian. Pasti akan ada sinematografi yang ciamik dan bukan sekadar asal-asalan film. Namun tetep ada saja hal-hal yang menggagu dari film ini. Seperti konyolnya iklan-iklan yang amat massif ditonjolkan disini. Hingga menampar akal sehat. Ya kali ada Gery Chocolatos di tahun 80an. Dan plis deh, tahun 90 an udah ada aja gitu Gerbang Tol Otomatis… Dan akan banyak sekali detail yang terlewat di film ini. Rinci yang membikin film ini sedikit ganjil di sebagian scene. Namun inilah review nya. Ulasan sejujurnya..

Baca Juga : Kisah Raden Ajeng Kartini, Mengenal Lebih Sang Tokoh Emansipasi Wanita

Scttingan Masa Lalu Habibie & Ainun

Scene pertama film ini mengambil settingan masa lalu ketika Habibie dan Ainun masih SMA. Menceritakan bahwa ternyata memang jodoh itu telah memiliki petunjuk-petunjuk. Banyak kesamaan diantara mereka berdua. Sebanyak perbedaan yang ada di dalamnya. Adegan yang cukup menggelitik yaitu ketika Habibie meledek Ainun dengan kata-kata “Gula Jawa”. Serta menganalogikan gula jawa sebagai gendut, item, dan jelek. Namun saya rasa ketika itu Habibie memang udah ada rasa sih ma Ainun. Jadi ceng-ceng in nya pake gula jawa. Kan Gula jawa walaupun gelap, tapi manis dan alami. Kalo Habibie bener-bener ga suka sama Ainun, harusnya ngledekinnya pake kata lain, “Aspartame” misalnya. Udah palsu, dapat jadi pemicu kanker pula.

Di Indonesia dengan kencang dampak kuat Habibie kencang sekali mendapatkan simpati publik bahkan hingga Om Soeharto bahkan takjub. Cita-cita mulia ditambah kejeniusannya mengaplikasikan rencananya menjadi #jleb moment disini. Sebagus-bagusnya rencana, sekiranya progresnya nol maka itu akan berakhir menjadi angan-angan belaka. Habibie menunjukan kepada kita tentang kuatnya Cita-cita yang dipadukan dengan perbuatan. Cita-cita ada, progresnya bahkan serius. Karenanya akibatnya voila! Pesawat gatot koco alias pesawat pertama yang di buat oleh si kecil-si kecil bangsa. Namun tetep ya bejatnya pejabat-pejabat Indonesia memang telah mengakar kuat semenjak dahulu. Perilaku culas, ancam-mengancam, membawa-bawa backing kuat, penyuapan dengan bermacam metode juga ditimbulkan di film ini. Dan lucunya Om Hanung sendiri yang bawain tokoh antagonisnya. Berperan sebagai salah satu trah cendana, dia mencoba menyuap habibie untuk memenangkan tender perusahaannya. Agak-agak malu juga ama kelakuannya sih.

Oiya, ketika membangun pesawatnya Ainun dan tiga si kecil Habibie ditinggal di Jerman. Dan ketika Habibie diangkat menjadi menristek, lagi-lagi Ainun seharusnya berkorban untuk kedua kalinya. Dia mengorbankan karir dokter nya di Jerman untuk mendampingi Habibie di Indonesia. *Angkat topi untuk Bu Ainun.

Karir Politik yang Cerah

Habibie yang karir politiknya semakin cerah hingga menjadi wakil presiden untuk kemudian menjadi presiden hanya dalam waktu sebagian bulan mengajarkan kita banyak hal (lagi). Ya, semakin tinggi pohon maka semakin tinggi pula badainya. Fitnah, intrik politik, dan tudingan kejam tidak pelak menimpa Habibe. Untuk itulah Ainun ada. Menjadi penjaga sekaligus pendamping terbaik untuk Habibie. Habibie yang orang IPA seharusnya bergelut mati-matian mempelajari ekonomi sebab keadaan rupiah yang jatuh ketika reformasi terjadi. Tidur hanya satu jam sehari dan yang dia dapatkan justru demo-demo yang menuduhnya korupsi. Dari kejadian itu kini kita mengerti sekiranya kita itu hakekatnya terlalu gampang percaya info-info TV. Entah sesat atau benar kita telan mentah-mentah. Sehingga ga heran orang-orang luar biasa jenius seperti Habibie dan Gus Dur ketika memimpin bahkan ga tahan.

Bu Ainun Terkena Kanker

Singkat cerita, saking kuatnya Bu Ainun, kanker bahkan dia tahan dan sembunyikan dari suaminya. Dia sadar, sekiranya dia lemah bagaimana nanti dengan suaminya? Karena Bu Ainunlah hakekatnya sumber hakekatnya Habibie selama ini. Bagaimana tenaga seorang istri yang diselingkuhi oleh jabatan serta tahta sang suami pengorbanan dia masih bertahan dan justru bertambah besar cintanya. Semuanya kini telat Habibie ketika untuk mengundurkan diri sebagai Presiden. Cuma hanya sebagian sebagian kebersamaan dengan Ainun akibatnya kenyataan pahitlah yang membawanya menapak lagi di Bumi.

Kangker Ovarium Ainun yang telah telah stadium 3. Usaha Habibie untuk menyembuhkan Ainun dengan dokter terhebat, menempuh tercanggih di Jerman bahkan dia lakukan. Jangan dia sekiranya nanti dokter dari Jerman yang menangani Ainun mengingatkan kita pada Datuk Maringgih. Aku aja sempet saya ini film siti nurbaya atau Habibie Ainun saking miripnya.

Ketika inilah ketika yang mengharukan. Dimana Habibie yang semacam itu mencintai Ainun tidak dapat dapat bertindak untuk menyelamatkannya dari maut yang menjemput. Berkali-kali operasi tidak banyak tidak. Ya, akibatnya Bu Ainun meninggal dunia dan meninggalkan penyesalan luar biasa untuk seorang Habibie. Habibie yang biasa menggadaikan waktu-waktu spesialnya bersama Ainun demi Indonesia. Demi mimpi dan cita-cita luhurnya. Kita mungkin belum hingga taraf itu, pengorbanan kita kembali teringat bahwa hidup memang tapi. Hak kitalah yang pilihan kemana arah hidup ini kan dibawa.